Senin, 28 April 2014

Disaat Kau Meminta Untuk Pergi .



    Pagi ini memang tak secerah pagi kemarin..,, Tapi tak seindah pagi kemarin juga..,
Semua pagi punya cerita,Awal dari sebuah hari , Awal dari setiap cerita...,
Cerita yang akan tergores dan akan menjadi sejarah dalam hidupku , Yang mungkin terkenang atau mungkin juga terlupa ,
Kenangan mungkin akan tetap terkenang. Percayalah,itu takkan mungkin terlupa dengan segera dari memori-memori indah ataupun tidak , malam  ini ada hujan dan Mengguyur setiap jalan hatiku , dan juga Memberi sejuk,tapi juga meyakitkanku....,
Tak selamanya sejuk itu indah..., Tapi saat ini aku tak membutuhkan sejuk ... Terlalu dingin rasanya. Beku. Aku tak mampu ,
Aku tak sanggup. Ya..Terlihat,aku sedang lelah berjuang melawan kedinginan ini. Berjuang menyalakan api yg sudah padam.
Pernahkah kau membayangkan sebuah perjuangan ku? Untuk kembali menarik nafas-nafas kehangatan ke dalam tubuh ini .
Saat ku tau sebagian atau bahkan perlahan lahan nafasku hilang satu per satu. Berusaha sekeras mungkin agar aku tetap bernafas.
Tetap bermimpi dan tak akan bangga melihat itu semua jika aku berhasil. Detik-detik pilar kehidupanku terasa hampa, Tak berguna. Ya,tak berguna. Tak ada lagi sesuatu yang kurindukan atau merindukanku , Aku mencari jalan pulang.... Pulang ke dunia yg sudah terlalu jauh ku lupakan. Karna mu.., Aku melepas duniaku. Hidup bersamamu..., Hidup dengan mimpi...,Mimpi indah yg mungkin tak lagi ku harap berakhir indah., Kau tau,aku ingin kembali. Menjadi diriku,mencari kehidupanku seperti dulu aku belum mengenalmu.
Aku terlalu dalam mengikutimu., Hingga aku tersesat disini.., Dihutan cintamu,..Di hutan mimpimu. Awalnya ku kira semua akan kita teruskan bersama..., Bermimpi,Berusaha,dan akhirnya terwujud. Tapi kau hanya mengajak ku untuk sekedar bermimpi., Betapa bodohnya aku saat ini.
           Ketika ku tau aku hanya menjadi seorang pecandu mimpi, Membangun mimpi tanpa memperhatikan setiap aspeknya. Hingga satu waktu mempertemukan kita pada ombak, Menerjang bahtera ini. Hampir tenggelam. Aku berusaha mempertahankan bahtera ini. Tapi tidak denganmu. KAu ingin keluar dan menyelamatkan dirimu sendiri saja..., Tak ingat bahkan aku juga menjadi penumpang dari bahtera ini. Saat pertama mulai berlayar,tak ada sesuatu yg begitu menerpa kita. Semua berjalan cukup mulus. Satu persatu pelabuhan kita singgahi bersama. Tapi mengapa saat ombak begitu menghantam bahter kita,kau malah mencoba untuk berdiri sendiri? Seberapa dalam ketakutan mu sekarang? Apa tak pernah engkau berfikir aku juga takut? Aku ingat saat pertama kali ombak kecil membelai bahtera kita. Kau berkata semua akan baik baik saja. Aku begitu meyakinimu, Aku tak gentar untuk berjuang membawa bahtera kita ke pelabuhan yg aman. Berhasil. Indah kita lalui semua. Tapi kini kamu berubah. Tak ku dengar lagi kata motivasi terucap di telingaku. Tak ku rasa lagi pelukan yg membantuku bertahan, Aku kehilangan dirimu..., Sosok di depanku memang nyata,namun tidak dengan pribadi yg ku kenal selama ini.
Kau selalu ingin mencoba pergi dari diriku. Tak sadarkah bahwa kau telah menjadi bagian disini? Mengapa dulu kau begitu yakin bila denganku? Tapi mengapa kini kau malah menyerah? Aku tetap bertahan memintamu untuk disini. Tinggalah. SEberat apapun itu aku takkan takut jika bersamamu. Berapa kali pun kau meminta untuk pergi dariku,aku takkan pernah berkata "IYA". Aku hanya akan berkata "TERSERAH" Aku bahagia bersamamu. Walau kadang tak selamanya kita jauh dari kata pertengkaran. Aku hanya akan bertahan disini,Meminta mu untuk tetap berjaga bersamaku. Memintamu kembali saat kau berusaha pergi dari aku. Seberapa berat pun itu,aku hanya akan punya sepuluh huruf untukmu "K _E _M _B _A _L _I _L _A _H" ( R.S )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar