Sabtu, 02 Mei 2015

RELUNG HATI




Rintihan hati sebelum ku buka lembaran baru untuk menghapus setiap lembaran yang terisi aku ingin mengingat satu hal tentang dirimu, dimana kamu pernah menjadi sebuah tulisan yang terukir dalam hati ini dan dalam keseharianku. Aku ingin mengingatmu dengan kesungguhan ku agar setelah kubuka lembaran baru aku akan lupa tentang dirimu.

Tahukah kamu....?   aku pernah menyempatkan kamu untuk menempati hatiku supaya aku tidak mengingat dia yang pernah singgah di hatiku dan meninggalkan luka. Yang ku inginkan supaya aku bisa melupakan dia dan bisa menerima yang lain di hatiku. Menjadikan hatiku tempat terakhirmu dan kamu hatimu menjadi tempat terakhirku dan aku tak ingin mengisinya dengan yang lain, karena aku serius sungguh menginginkan dirimu tinggal dihatiku untuk kau warnai,  menjadikannya terang,selalu memberikan ribuan bunga disetiap pagi di hari-hari yang indah, menjadikan hatiku begitu berwarna dan nyaman disisimu aku tak ingin semua kan berlalu. Dan disaat kamu lelah..., lelah menanamkan memori yang  indah bersamaku. Kau pernah coba untuk menggores sedikit, aku belum sempat terluka, karena cintaku.

Cintaku begitu kuat menahan goresan itu, aku masih bisa tersenyum untukkmu dan memaafkan goresan itu, namun hatimu berkata lain kau begitu bosan akan semuanya kau inginkan rumah yang baru, aku ingin kau menempati hatiku dan tidak akan pergi lagi, tapi kehendak berkata lain, aku menginginkan luka itu terharpuskan olehmu tapi kamu malah membuat luka itu semakin dalam dan akan membuatku lebih rumit lagi. Goresan yang memudar namun kembali terluka oleh tancapan duri bunga-bunga yang telah kau berikan, namun sia-sia akan semuanya, meratapi kesedihan akan layunya semua harapan yang ingin ku jadikan dirimu tempat terakhir dalam hati ini. semua menggebu-gebu dalam benakku ini..., akankah kau tahu rapuh hatiku, sakit hatiku, kau menjadikan hati ini untuk berhenti mencintaimu kau menyia-nyiakannya. Aku tidak menyesal memberikanmu ruang untuk bersenandung untuk kau hiasi dan kau tempati walau hanya sebentar tapi aku bersyukur karena aku sempat memilikimu. Tak berselang hari aku melihat bahwa kau telah menemukan rumah yang baru. kau memberikanku pilihan A dan B Jika aku memilih A aku tidak yakin semua akan baik-baik saja. Dan aku berfikir jika aku memilih B kau pasti akan menerimanya dengan jawaban santai.  kar’na sebelum aku memutuskan untuk memilih B.., bahwa aku tahu kau sudah menemukan rumah yang baru untuk kau tempati. Tapi sempat kau mengatakan bahwa akulah yang meminta semua berakhir bukan kamu, saat semua sudah berakhir aku berkata “ ini semua adalah permintaan kamu “ tak kusangka kau menjawabnya dengan suara yang sangat bersih “ IY “  baiklah itu semua adalah  hak mu, sekarang yang  terjadi disini adalah aku akan kembali seperti dulu dan kau semoga bahagia dengan orang yang bisa mendengarkanmu.

Akan kubakar menjadi sebuah debu, yang habis berterbangan bersama angin semoga rumah yang kau tempati sekarang adalah tempat terindah seperti yang kau inginkan. Tak seperti aku yang kau sia-siakan, yang kau inginkan saat kau butuh tempat persinggahan. Satu hal yang harus kau tahu Aku bukan hotel..,tempat persinggahan. saat kau ingin memulai untuk memiliki rumah baru. Aku hanya ingin jadi sebuah rumah yang ditempati oleh sosok jiwa yang mempunyai kesungguhan dan niat untuk menjadikanku tempat tinggal terakhirnya.

.  #dan sekarang untuk cemburu pun aku tak berhak.
 UNTUK  PASANGAN YANG MENJALIN CINTA DAN BERAKHIR SEPERTI INI.