Jumat, 04 Oktober 2013

DIA TERLUKA KARNAKU....


 Kuingin terbang tinggi...

 Berkepak-kepak kesana kmari...

 Menghirup bunga mewangi...

 Menikmati indah pelangi...

 Terbang lebih tinggi...



 Ah,,,,itu dulu...

 Kini...aku hanya bisa memandang...

 Aku tak bisa lagi terbang...

 Kedua sayapku tlah patah....

 Luka parah dan terbelah...



 Di semak duri aku terkapar...

 Darah deras mengalir...

 Dan aku tak mampu mengindar...

 Hanya bisa merintih...

 Menikmati tajamnya duri-duri menusuk tubuhku.



 Ah, andai sayapku tak patah...

 Andai waktu itu aku berhati-hati...

 Ah, andai....

 Tapi... smua sudah terjadi...

 Menangispun tiada arti....



 Awan hitam berarak...langit begitu pekat...

 Dan...sebelum hujan berjatuhan menerpaku...

 Sepasang tangan mengangkatku...

 Mendekap erat aku...

 Menghangatkan tubuhku yang hampir beku...



 DIA membersihkan luka-lukaku...

 Mengobatinya dengan darah-NYA...

 Dan lihat.....sepasang sayapku yang patah...

 Menjadi pulih terkena tetesan darah-NYA...

 Sedangkan DIA....DIA menjadi terluka karnaku

Seorang Ibu Pasti Lebih Tahu

Tidak semua perempuan yang punya anak pasti seorang ibu.anda akan dapat membedakan seorang ibu sejati dari pandangan matanya yang tajam.seorang ibu pasti tahu segalanya tentang anda,tanpa terkecuali.

Aku punya ibu seperti itu aku tidak dapat menyembunyikan apapun darinya. (cerita sedikit tentangku dan ibuku :) ) ketika aku masuk ke rumah setelah melahap kue cokelat di tempat tetangga,dia melirik dan berkata, " berapa kali harus ibu katakan supanya kamu mengudap makanan sebelum makan ? kamu tidak dapat makanan penutup malam ini,Gadis Kecil."
Aku memandanginya terheran-heran: bagaimana mungkin dia melihat keseberang jalan dan menembus dinding rumah temanku,sementara dia tengah memasak di dapur?
"Bagaimana Ibu bisa tahu ?" tanyaku sambil membersihkan remah-remah kue dari dagu.
"seorang ibu pasti lebih tahu," katanya "ibu bisa membaca apa yang tertulis di keningmu.

ketika aku bergegas pulang sekolah,dengan mata melotot seperti ikan mati,Ibu akan menunjukkan pintu kamar mandi."bagaimana Ibu bisa tahu kalau aku harus ke kamar mandi ?" aku bertanya sambil menuju toilet,sementara kakiku rasanya telipat-lipat seperti kue pretzel.
Ibu hanya mengangkat bahu. "Ibu bisa membaca semua yang ada di keningmu."
ketika aku sudah agak lebih besar,kemampuan Ibu membaca di kening semakin mengagumkan. Aku sungguh tidak dapat menyembunyikan apapun dari pandangan tajamnya.Aku pulang kencan, dan ibu menerutkan dengan wajah penuh awan mendung.
"kamu tahu jam berapa ini ?" tanyanya."para pria tidak akan menikahi perempuan gampangan."
kami hanya bergandengan tangan.Demi Tuhan!" aku berdusta sambil mengusap bibirku yang masih terasa panas.
"kamu tidak bisa membohongi Ibu,rosida," kata ibu," Ibu bisa membaca semua kisahmu yang vulgar di keningmu.bersihkan wajahmu dengan losion,atau kamu akan tampak seperti tomat busuk esok pagi."
kemampuannya ini semakin tajam ketika aku berada jauh dari Ibu.aku tiba di kampus,tahun pertama aku kuliah,dan mengalami disoriontasi dan kesepian di tempat yang kuanggap sebagai penjara yang membuat sesak napas,ketika aku berbaring di ranjang kamar kost untuk melepas tangis.

mengikuti perkuliahanku sampai aku semester 3 saat ini aku mulai mandiri saat jauh dari Ibu,
aku selalu merindukan Ibu, :)

ada puisi untuk ibu yang singkat dan sudah sangat lama aku tulis untuk Ibu...,,


                                        "*" IBU "*"
Engkau rela berkorban demi hidupku...
Ketika aku sedang sedih... 
engkau menghangatkanku..
Ketika aku salah....
engkau meluruskan jalanku..
Engkau menemani aku..
Semua itu karna Ibu sayang padaku..

Tapi....
Aku sering buat ia kecewa,
menangis dan marah,
tapi ia selalu sabar padaku,
Aku bangga padamu Ibu..
Bagiku Ibu adalah wanita yang luar biasa...
Aku berjanji aku akan membahagiakanmu kelak...

I MISS U MOM       I LOVE U