Ayah
duduk dengan pandangan sayu
Menyadari
bahwa tak semua keinginannya akan terpenuhi
Lalu
ia menatapku dengan senyuman yang seolah berkata
“
semua impianku hanyalah untukmu “
Ia
membimbingku melewati lereng-lereng bukit
Melalai
pepohonan dan tempat-tempat yang lebih jauh
Dari
sekadar rumpun dedaunan mint
Yang
tumbuh di sekitar pepohonan
Ia
mendorongku untuk menggapai sebuah impian
setinggi bintang
Saat
pepohonan melambai –lambai di tiup hembusan angin
Aku
berpegangan erat dengan hati menggebu
Merindukan
hal-hal yang jauh di balik pepohonan itu
.
Kami
tertawa melihat awan yang berarak
Saat
ayah mengajariku menjaga
keseimbangan diatas dua roda
Supaya
aku dapat pergi kedunia yang lain
Bebas
sebagaimana anak gadis lainnya .
Untuk
memenuhi kebutuhan seluruh keluarga
Ayah
menyimpan impian-impiannya sendiri
Namun
, ia merindukan dan menanti
Suatu
saat aku akan meneruskannya .
Saat
ini aku meninggalkan cucian dan piring kotor
Untuk
terus menuntut ilmu
Dan
kudengar suara ayah menembus waktu
Dengan
jelas berkata “ lakukanlah untukku “
aku janji .
I
LOVE YOU DAD
I’M MISS YOU DAD