Selasa, 08 Oktober 2013

SETELAH KEPERGIANMU



    
   Aku berdiri memandang langit yang suram. Kurasakan tamparan angin, keras menenerpa wajahku dari jendela kamar yang sengaja kubuka. Tak ada kerlip bintang malam ini, dan rembulan yang biasanya cemerlang kini ikut menghilang. Seakan mereka sengaja untuk menghindari aku .Bulir-bulir ini terus mengalir, meski berkali-kali aku menyekanya. Kenapa harus berakhir seperti ini ? Di saat mendung itu baru berlalu. Di saat pelangi itu baru saja berseri. Aku pikir kau beda ? Ternyata kau sama saja.

“ Aku gak bisa,  . Aku bosan dengan hubungan kuno seperti ini. Apa sich salahnya ? Semua orang melakukannya juga!”.
Kau pun pergi meninggalkan aku, tanpa menghiraukan jeritku memanggilmu. Aku memang mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku memang takut kehilanganmu. Aku tahu hari-hariku pasti akan sepi tanpamu, tanpa sms dan telponmu.

Langit ini semakin suram, gerimis yang sedari tadi turun, kini menjadi hujan deras yang di sertai halilintar. Aku hampir membeku, dan dengan terpaksa menutup jendela kamar ini dan menghempaskan tubuh lelahku di kasur empukku. Aku menutup wajahku dengan bantal dan berusaha memejamkan mata, tapi bayangan wajahmu, kembali menari-nari di mataku.

  Dulu  waktu aku menerima kamu sebagai boyfriend ku , aku hanya mencoba untuk menjalin hubungan deganmu  (pikirku kau hanya sebagai  game buatku )  ternyata semua itu jadi terbalik  aku yang hanya sebagai game buatmu. aku serius mencintaimu sedangkan kau serius mempermainkanku.  tapi aku tidak ada penyesalan aku sangat bersyukur sempat memilikimu , walaupun kau hanya mengagumi  aku .
Ya…. ! kita memang tak sangat saling mengenal , kar’na kita menjalani hubungan dengan jarak yang  jauh . bagiku itu sudah sangat jauh ,  tapi aku selalu percaya akan hubungan kita akan berlanjut, mungkin kar’ma aku sangat menyayangimu , ..   hingga akhirnya kau meninggalkan aku tanpa sebab & tanpa alasan.
   
“ apa yang tidak kau suka dari aku, !”. Lagi-lagi kau mengatakan itu. Kenapa kau selalu menanyakan hal  itu  dariku ? ya…aku memang selalu menjawabnya “tidak ada “ . namun sebenarnya ada ! kau tidak pernah perhatian padaku, kau tidak ada romantis sama sekali tidak ,kau tidak pernah menanyakan keadanku, dan masih banyak lagi ! tapi aku selalu bertahan dalam hubungan ini, dan aku menangis dan sangat  ketakutan, jujur… kar’na aku selalu takut kehilanganmu, Aku tidak mau kau meninggalkan aku untuk kesekian kalinya.

Ya, kau memang berhasil. Kau memang berhasil mengangkat mendung itu dari hatiku dan memberikan pelangi bagiku. Tapi, hanya sesaat, hanya sesaat. Lalu kemudian kau tinggalkan mendung yang lebih pekat lagi untukku, lebih pekat dari sebelumnya. Ternyata, kau hanya meminjamkan pelangi itu untukku. ketika aku makin terbuai, lalu kau merampasnya dariku.

Aku menghapus bulir-bulir di mataku dan meraih MP3-ku. Suara Frangky Sihombing mengalun merdu di telingaku, membuatku makin tenggelam dalam syair lagu itu.

"...Saat yang lainnya begitu mudah sirna...
... kasih-MU, ya TUHAN tetap bertahan...
... ENGKAUlah alasan hatiku percaya...
... kasih masih ada dalam dunia .”
                                     
Inilah yang terbaik. Terbaik, bagi kau dan aku, hubungan kita berakhir disini. Kuakui, ini sangat berat buatku.Tapi, aku tetap percaya DIA masih pegang kendali atas semuanya dan semuanya indah pada waktu-NYA. Dan bila waktunya tiba, DIA pasti memberikan aku pelangi, pelangi yang sangat indah yang DIA berikan untukku selamanya. Walaupun saat ini aku sedang menangis, tapi aku tahu ini bukanlah air mata kekalahan melainkan air mata kemenangan. Dan DIA disana pasti tersenyum bangga padaku.


Jumat, 04 Oktober 2013

DIA TERLUKA KARNAKU....


 Kuingin terbang tinggi...

 Berkepak-kepak kesana kmari...

 Menghirup bunga mewangi...

 Menikmati indah pelangi...

 Terbang lebih tinggi...



 Ah,,,,itu dulu...

 Kini...aku hanya bisa memandang...

 Aku tak bisa lagi terbang...

 Kedua sayapku tlah patah....

 Luka parah dan terbelah...



 Di semak duri aku terkapar...

 Darah deras mengalir...

 Dan aku tak mampu mengindar...

 Hanya bisa merintih...

 Menikmati tajamnya duri-duri menusuk tubuhku.



 Ah, andai sayapku tak patah...

 Andai waktu itu aku berhati-hati...

 Ah, andai....

 Tapi... smua sudah terjadi...

 Menangispun tiada arti....



 Awan hitam berarak...langit begitu pekat...

 Dan...sebelum hujan berjatuhan menerpaku...

 Sepasang tangan mengangkatku...

 Mendekap erat aku...

 Menghangatkan tubuhku yang hampir beku...



 DIA membersihkan luka-lukaku...

 Mengobatinya dengan darah-NYA...

 Dan lihat.....sepasang sayapku yang patah...

 Menjadi pulih terkena tetesan darah-NYA...

 Sedangkan DIA....DIA menjadi terluka karnaku

Seorang Ibu Pasti Lebih Tahu

Tidak semua perempuan yang punya anak pasti seorang ibu.anda akan dapat membedakan seorang ibu sejati dari pandangan matanya yang tajam.seorang ibu pasti tahu segalanya tentang anda,tanpa terkecuali.

Aku punya ibu seperti itu aku tidak dapat menyembunyikan apapun darinya. (cerita sedikit tentangku dan ibuku :) ) ketika aku masuk ke rumah setelah melahap kue cokelat di tempat tetangga,dia melirik dan berkata, " berapa kali harus ibu katakan supanya kamu mengudap makanan sebelum makan ? kamu tidak dapat makanan penutup malam ini,Gadis Kecil."
Aku memandanginya terheran-heran: bagaimana mungkin dia melihat keseberang jalan dan menembus dinding rumah temanku,sementara dia tengah memasak di dapur?
"Bagaimana Ibu bisa tahu ?" tanyaku sambil membersihkan remah-remah kue dari dagu.
"seorang ibu pasti lebih tahu," katanya "ibu bisa membaca apa yang tertulis di keningmu.

ketika aku bergegas pulang sekolah,dengan mata melotot seperti ikan mati,Ibu akan menunjukkan pintu kamar mandi."bagaimana Ibu bisa tahu kalau aku harus ke kamar mandi ?" aku bertanya sambil menuju toilet,sementara kakiku rasanya telipat-lipat seperti kue pretzel.
Ibu hanya mengangkat bahu. "Ibu bisa membaca semua yang ada di keningmu."
ketika aku sudah agak lebih besar,kemampuan Ibu membaca di kening semakin mengagumkan. Aku sungguh tidak dapat menyembunyikan apapun dari pandangan tajamnya.Aku pulang kencan, dan ibu menerutkan dengan wajah penuh awan mendung.
"kamu tahu jam berapa ini ?" tanyanya."para pria tidak akan menikahi perempuan gampangan."
kami hanya bergandengan tangan.Demi Tuhan!" aku berdusta sambil mengusap bibirku yang masih terasa panas.
"kamu tidak bisa membohongi Ibu,rosida," kata ibu," Ibu bisa membaca semua kisahmu yang vulgar di keningmu.bersihkan wajahmu dengan losion,atau kamu akan tampak seperti tomat busuk esok pagi."
kemampuannya ini semakin tajam ketika aku berada jauh dari Ibu.aku tiba di kampus,tahun pertama aku kuliah,dan mengalami disoriontasi dan kesepian di tempat yang kuanggap sebagai penjara yang membuat sesak napas,ketika aku berbaring di ranjang kamar kost untuk melepas tangis.

mengikuti perkuliahanku sampai aku semester 3 saat ini aku mulai mandiri saat jauh dari Ibu,
aku selalu merindukan Ibu, :)

ada puisi untuk ibu yang singkat dan sudah sangat lama aku tulis untuk Ibu...,,


                                        "*" IBU "*"
Engkau rela berkorban demi hidupku...
Ketika aku sedang sedih... 
engkau menghangatkanku..
Ketika aku salah....
engkau meluruskan jalanku..
Engkau menemani aku..
Semua itu karna Ibu sayang padaku..

Tapi....
Aku sering buat ia kecewa,
menangis dan marah,
tapi ia selalu sabar padaku,
Aku bangga padamu Ibu..
Bagiku Ibu adalah wanita yang luar biasa...
Aku berjanji aku akan membahagiakanmu kelak...

I MISS U MOM       I LOVE U