Aku berdiri memandang langit yang suram. Kurasakan
tamparan angin, keras menenerpa wajahku dari jendela kamar yang sengaja kubuka.
Tak ada kerlip bintang malam ini, dan rembulan yang biasanya cemerlang kini
ikut menghilang. Seakan mereka sengaja untuk menghindari aku .Bulir-bulir ini
terus mengalir, meski berkali-kali aku menyekanya. Kenapa harus berakhir
seperti ini ? Di saat mendung itu baru berlalu. Di saat pelangi itu baru saja
berseri. Aku pikir kau beda ? Ternyata kau sama saja.
“ Aku gak bisa,
. Aku bosan dengan hubungan kuno seperti ini. Apa sich salahnya ? Semua
orang melakukannya juga!”.
Kau pun pergi meninggalkan aku, tanpa menghiraukan
jeritku memanggilmu. Aku memang mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku memang takut
kehilanganmu. Aku tahu hari-hariku pasti akan sepi tanpamu, tanpa sms dan
telponmu.
Langit ini semakin suram, gerimis yang sedari tadi
turun, kini menjadi hujan deras yang di sertai halilintar. Aku hampir membeku,
dan dengan terpaksa menutup jendela kamar ini dan menghempaskan tubuh lelahku
di kasur empukku. Aku menutup wajahku dengan bantal dan berusaha memejamkan
mata, tapi bayangan wajahmu, kembali menari-nari di mataku.
Dulu waktu
aku menerima kamu sebagai boyfriend ku , aku hanya mencoba untuk menjalin
hubungan deganmu (pikirku kau hanya sebagai game buatku
) ternyata semua itu jadi terbalik aku yang hanya sebagai game buatmu. aku
serius mencintaimu sedangkan kau serius mempermainkanku. tapi aku tidak ada penyesalan aku sangat
bersyukur sempat memilikimu , walaupun kau hanya mengagumi aku .
Ya…. ! kita memang tak sangat saling mengenal ,
kar’na kita menjalani hubungan dengan jarak yang jauh . bagiku itu sudah
sangat jauh , tapi aku selalu percaya
akan hubungan kita akan berlanjut, mungkin kar’ma aku sangat menyayangimu ,
.. hingga akhirnya kau meninggalkan aku
tanpa sebab & tanpa alasan.
“ apa yang tidak kau suka dari aku, !”. Lagi-lagi
kau mengatakan itu. Kenapa kau selalu menanyakan hal itu dariku ? ya…aku memang selalu menjawabnya
“tidak ada “ . namun sebenarnya ada ! kau tidak pernah perhatian padaku, kau
tidak ada romantis sama sekali tidak ,kau tidak pernah menanyakan keadanku, dan masih banyak lagi ! tapi aku selalu
bertahan dalam hubungan ini, dan aku menangis dan sangat ketakutan, jujur… kar’na
aku selalu takut kehilanganmu, Aku tidak mau kau meninggalkan aku untuk
kesekian kalinya.
Ya, kau memang berhasil. Kau memang berhasil
mengangkat mendung itu dari hatiku dan memberikan pelangi bagiku. Tapi, hanya
sesaat, hanya sesaat. Lalu kemudian kau tinggalkan mendung yang lebih pekat
lagi untukku, lebih pekat dari sebelumnya. Ternyata, kau hanya meminjamkan
pelangi itu untukku. ketika aku makin terbuai, lalu kau merampasnya dariku.
Aku menghapus bulir-bulir di mataku dan meraih
MP3-ku. Suara Frangky Sihombing mengalun merdu di telingaku, membuatku makin
tenggelam dalam syair lagu itu.
"...Saat yang lainnya begitu mudah sirna...
... kasih-MU, ya TUHAN tetap bertahan...
... ENGKAUlah alasan hatiku percaya...
... kasih masih ada dalam dunia .”
Inilah yang terbaik. Terbaik, bagi kau dan aku,
hubungan kita berakhir disini. Kuakui, ini sangat berat buatku.Tapi, aku tetap
percaya DIA masih pegang kendali atas semuanya dan semuanya indah pada
waktu-NYA. Dan bila waktunya tiba, DIA pasti memberikan aku pelangi, pelangi
yang sangat indah yang DIA berikan untukku selamanya. Walaupun saat ini aku
sedang menangis, tapi aku tahu ini bukanlah air mata kekalahan melainkan air
mata kemenangan. Dan DIA disana pasti tersenyum bangga padaku.