Hati seorang ibu terlahir jauh sebelum sang
bayi lahir,dan begitu elastis.
Sehingga dapat menjangkau hati setiap
anaknya,
Sehingga dapat terpantul kembali setiap
kali si anak mengecewakannnya,
Sehingga dapat bertambah panjang dalam kesabaran
setiap kali si anak membutuhkannya,
Hati seorang ibu sering menangis lama,
Mersakan setiap luka ananknya seakan ia
sendiri yang terluka,
Memahami setiap kesalahan anaknya seakan
itu kesalahannya.
Hati seorang ibu terkadang lelah,
Namun tak pernah menyerah.
Hati seorang ibu adalah milik anaknya
yang senantiasa menghibur serta
mempercayai
ketika tak seorang pun memahami,ia mengasihi
bahkan ketika tak seorang pun dapat melakukannya,
Hati seorang ibu yakin bahwa anaknya
adalah pemenang meski tak seorang pun tahu hal itu.
Hati seorang ibu pada akhirnya akan menang ,
karena kasih itu sendiri yang akan
memenangkan di hati seorang anak,
si anak yang di penuhi oleh kasih itu,
akhirnya akan mengerti apakah
sesungguhnya kasih itu,
yakni kasih Tuhan yang manis tercurah kapanpun di butuhkan,
sebesar apapun diperlukan,
mengumangdangkan pesan, lagu , refrain
yang berulang---
“Engkau sangat berharga,
“Engkau sangat di kasihi,
Engkau pribadi yang berarti,
Engkau milikku selamanya.”
Hingga akhirnya hati seorang anak
mempercayai hati seorang ibu