Selasa, 26 November 2013

IMPIAN YANG TERTUNDA



   Ayah duduk dengan pandangan sayu 
Menyadari bahwa tak semua keinginannya akan terpenuhi
Lalu ia menatapku dengan senyuman yang seolah berkata
“ semua impianku hanyalah untukmu “


Ia membimbingku melewati lereng-lereng bukit
Melalai pepohonan dan tempat-tempat yang lebih jauh
Dari sekadar rumpun dedaunan mint  
Yang tumbuh di sekitar pepohonan

Ia mendorongku untuk menggapai sebuah impian  setinggi  bintang
Saat pepohonan melambai –lambai di tiup hembusan angin 
Aku berpegangan erat  dengan hati menggebu 
Merindukan hal-hal  yang jauh di balik pepohonan itu .

Kami tertawa melihat awan yang berarak
Saat ayah mengajariku  menjaga keseimbangan  diatas dua roda
Supaya aku dapat pergi kedunia yang lain
Bebas sebagaimana anak gadis lainnya .

Untuk memenuhi kebutuhan seluruh keluarga
Ayah menyimpan impian-impiannya sendiri
Namun , ia merindukan  dan menanti 
Suatu saat aku akan meneruskannya .

Saat ini aku meninggalkan cucian dan piring kotor
Untuk terus menuntut ilmu
Dan kudengar suara ayah menembus waktu
Dengan jelas berkata “ lakukanlah untukku “
aku akan melakukannya untukmu ayah ,
aku janji  .


I LOVE YOU  DAD 
and 
I’M  MISS YOU  DAD 


Jumat, 22 November 2013

HATI SEORANG IBU

    
    Hati seorang ibu terlahir jauh sebelum sang bayi lahir,dan begitu elastis.
Sehingga dapat menjangkau hati setiap anaknya,
Sehingga dapat terpantul kembali setiap kali si anak mengecewakannnya,
Sehingga dapat bertambah panjang dalam kesabaran setiap kali si anak membutuhkannya,
Hati seorang ibu sering menangis lama,
Mersakan setiap luka ananknya seakan ia sendiri yang terluka,
Memahami setiap kesalahan anaknya seakan itu kesalahannya.

Hati seorang ibu terkadang lelah,
Namun tak pernah menyerah.
Hati seorang ibu adalah milik anaknya
yang senantiasa menghibur serta mempercayai
 ketika tak seorang pun memahami,ia mengasihi bahkan ketika tak seorang pun dapat melakukannya,

Hati seorang ibu yakin bahwa anaknya adalah pemenang meski tak seorang pun tahu hal itu.
Hati seorang  ibu pada akhirnya akan menang ,
karena kasih itu sendiri  yang akan  memenangkan di hati seorang anak,
si anak yang di  penuhi oleh kasih itu,
akhirnya akan mengerti apakah sesungguhnya kasih itu,
yakni kasih Tuhan  yang manis tercurah  kapanpun di butuhkan,
sebesar apapun diperlukan,
mengumangdangkan pesan, lagu , refrain yang berulang---

“Engkau sangat berharga,
“Engkau sangat di kasihi,
Engkau pribadi yang berarti,
Engkau milikku selamanya.”
Hingga akhirnya hati seorang anak mempercayai hati seorang ibu